makalah lapping
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Piutang suatu perusahaan pada
umumnya merupakan salah satu aktiva yang besar dari aktiva lancar serta salah
satu bagian terbesar dari total aktiva. Pemberian piutang mengandung risiko
bagi perusahaan berupa kerugian apabila debitur tidak membayar kewajibannya.
Kecurangan dalam siklus kerja juga sering terjadi sehingga membuat perusahaan
mengalami kerugian.
Pengendalian intern merupakan
suatu proses yang dipengaruhi oleh sumber daya manusia dan sistem teknologi
informasi, yang dirancang untuk membantu organisasi mencapai suatu tujuan
tertentu. pengendalian intern berfungsi untuk mengarahkan, mengawasi, dan
mengukur sumber daya suatu organisasi.
Karena pengendalian intern yang lemah maka terdapat
banyak kekurangan yang terjadi dalam penugasan. Sistem penugasan yang tidak
terpisah yakni satu karyawan yang merangkap banyak tugas di dalam suatu
perusahaan cenderung banyak terjadinya kecurangan seperti Lapping dengan
melakukan pembukuan palsu atas mutasi piutang.
Kekurangan dalam pengendalian intern
sangat berpengaruh dan menciptakan berbagai masalah salah
satunya adanya kecurangan berupa lapping dalam kaitanya dengan penagihan
piutang. Untuk mangatasi masalah tersebut dan cara pengendalian
maka penulis tertarik untuk mempelajari dan mengembangkan dengan menyusun
makalah yang berjudul “Adanya
lapping dalam kaitannya dengan penagihan piutang”
1.2 Rumusan Masalah
Untuk
mengkaji dan mengulas tentang “Adanya lapping dalam kaitannya dengan penagihan
piutang”
maka diperlukan sub pokok bahasan yang saling berhubungan, sehingga penulis
membuat rumusan masalah sebagai berikut:
1.
Apa pengertian dari lapping ?
2.
Apa pengertian dari piutang ?
3.
Bagaimana cara pengendalian untuk mencegah lapping ?
4.
Bagaimana cara mendeteksi lapping ?
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan pembahasan dari
makalah ini diharapkan pembaca mampu menguasai:
1. Menjelaskan pengertian dari
lapping
2. Menjelaskan pengertian dari
piutang
3. Memahami cara pengendalian untuk
mencegah terjadinya lapping
4. Mengetahui cara mendeteksi
lapping
1.4 Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan dari makalah ini diharapkan pembaca:
1. Agar dapat memahami
pengertian lapping
2. Agar dapat memehami pengerian
dari piutang
3. Agar dapat memahami cara
untuk mencegah terjadinya lapping
4. Agar dapat memahami cara
mendeteksi lapping
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Lapping
Auditor harus
melakukan prosedur audit pengendalian internal perusahaan untuk mendeteksi
segala kekurangan. Auditor juga harus melakukan pengujian substantive atas
rincian, tes untuk mendeteksi lapping dan prosedur analitik sehingga dapat
menyimpulkan bahwa saldo kas yang ada cukup akurat.
Lapping merupakan
salah satu bentuk dari penyalahgunaan kas. Lapping adalah suatu kecurangan (fraud) yang dilakukan dengan sengaja
untuk menyalahgunakan penerimaan kas untuk sementara waktu atau secara
permanen. Lapping dapat dilakukan jika seseorang memiliki wewenang menerima kas
dan menyelenggarakan buku piutang.
Auditor harus menilai kemungkinan terjadinya lapping dengan pemisahan tugas
dalam penerimaan dan pencatatan penagihan dari pelanggan.
Pada dasarnya lapping
adalah tindakan penipuan yang dilakukan seseorang dengan tujuan menyamarkan
penyalahgunaan dana, pada umumnya dana yang dibayarkan dari klien/nasabah
perusahaan terkait. Penyamaran dilakukan dengan menutup kekurangan dana pada
account nasabah pertama dengan menggunakan dana dari nasabah lain yang
melakukan pembayaran tepat setelah nasabarh pertama. Akibatnnya pada laporan
akunting terlihat adanya kekurangan pada account nasabah kedua (padahal
semestinya sudah dilakukan pembayaran penuh).
Ø Berikut merupakan
ilustrasi lapping, yaitu:
Anggap saja perusahaan X memiliki pelanggan,
A, B, C, dan D. Misalkan piutang pelanggan dari A Rp5 juta, piutang B Rp6 juta,
piutang C Rp4 juta dan piutang D Rp7 juta.
Karyawan bagian penagihan menerima pelunasan
dari A Rp5 juta. Karyawan tidak mencatat pelunasan piutang ini. Seolah-olah
konsumen belum melunasi piutangnya. Uang tersebut dipakai sendiri oleh
karyawan.
Saat berikutnya, karyawan menerima pelunasan
dari pelanggan B Rp6 juta. Karyawan akan mencatat pelunasan si A Rp5 juta dan
menyetorkan uang Rp5 juta ke atasannya. Sementara kelebihan Rp1 juta dari
konsumen B akan kembali dikantongi karyawan tersebut.
Berikutnya, saat
menerimaa pelunasan dari pelanggan C, karyawan bisa memilih untuk mencatat
pelunasan si C atau mencatat sebagai pelunasan si B (yang berarti dia nombok
Rp2 juta). Dan seterusnya.
2.2 Pengertian
Piutang
Standar Akuntansi
Keuangan menggolongkan piutang, menurut sumber terjadinya, dalam dua kategori
yaitu piutang usaha dan piutang lain-lain.
Piutang usaha adalah piutang yang berasal dari
penjualan barang dagangan atau jasa secara kredit. Piutang lain-lain adalah
piutang yang timbul dari transaksi di luar kegiatan usaha normal perusahaan.
Piutang usaha dan piutang lain-lain yang diharapkan bisa ditagih dalam waktu
satu tahun atau kurang diklasifikasikan sebagai piutang lancar.
Contoh dari perkiraan-perkiraan yang biasa di
golongkan sebagai piutang antara lain:
a. Piutang usaha
b. Wesel tagih
c. Piutang pegawai
d.
Piutang bunga
e. Uang muka
f. Uang jaminan (Refundable deposit)
g. Piutang lain-lain
h. Allowancce for bad debts (penyisihan piutang
tak tertagih)
2.3 Pengendalian
Lapping
Berikut ini merupakan beberapa pengendalian
yang digunakan untuk mencegah terjadinya lapping :
a. Pencatatan piutang dipisahkan dari penerimaan
kas.
b.
Menyarankan konsumen (atau malah mewajibkan konsumen)
untuk membayar dengan transfer atau cek.
c. Mewajibkan karyawan terkait untuk mengambil
cuti.
2.4 Cara Mendeteksi Lapping
Berikut ini adalah
beberapa cara yang dapat digunakan untuk mendeteksi lapping, yaitu :
a. Mengirimkan Monthly Statement ke
konsumen yang berpiutang.
Salah satu cara untuk mendeteksi lapping yang
cukup ampuh adalah dengan mengirimkan Monthly
Statement ke konsumen yang berpiutang. Monthly
Statement adalah laporan saldo piutang per konsumen. Dalam monthly statement akan tertera beberapa
piutang yang masih ada.
b. Rotasi Karyawan Akuntansi
Karyawan pencatatan piutang adalah karyawan
yang memiliki kesempatan untuk melakukan lapping (jika karyawan tersebut juga
merangkap sebagai penerima kas dari klien/nasabah). Yang dimaksud dengan rotasi
karyawan adalah memindahkan karyawan bagian pencatatan piutang menjadi bagian
akuntansi lain (misal bagian pencatatan utang dagang). Dengan rotasi karyawan,
maka paling tidak lapping akan berhenti pada saat karyawan pencatatan piutang
harus menyerahkan tugas nya ke karyawan pengganti yang lain.
c. Wajib cuti bagi Karyawan Akuntansi
Ada kalanya perusahaan merasa senang jika
memiliki karyawan yang rajin bekerja. Bahkan ada kebijakan, jika bersedia
bekerja pada musim libur (misalnya lebaran), karyawan akan mendapat gaji dua
kali lipat. Kebijakan “jangan libur” seperti ini, tidak cocok diterapkan untuk
karyawan bagian Akuntansi . khususnya bagian pencatatan piutang.
Karyawan pelaku lapping, biasanya memang tidak
ingin libur. Karena jika mereka libur, maka karyawan lain (sebagai pengganti
sementara) dapat mendeteksi adanya lapping. Contoh, karyawan pengganti bisa
saja tidak sengaja menelpon konsumen yang dikira belum membayar piutang (
padahal konsumen tersebut sudah membayar, hanya saja uangnya baru dipinjam oleh
si pelaku lapping). Jika ini terjadi, tentu konsumen akan complain. Oleh karena
itu, kewajiban untuk mengambil cuti dapat menjadi ancaman bagi pelaku lapping.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Simpulan dari makalah
ini adalah Lapping dilakukan oleh karyawan dengan cara tidak mencatat
penerimaan kas dari debitur tertentu dan memasukkan uang yang diterima tersebut
kedalam sakunya sendiri. Untuk menutupi kecurangannya dengan mengkredit akun
piutang kepada debitur lain digunakan untuk menutupi kecurangannya dengan
mengkredit akun piutang kepada debitur pertama.
Lapping dapat terjadi jika penyimpanan kas
merangkap fungsi sebagai pencatat transaksi penerimaan dan pengeluaran kas.
Oleh karena itu dibutuhkan adanya pemisahan tugas dan tanggung jawab antara
yang menerima dan mengeluarkan kas dengan yang melakukan pencatatan.
Caesars Casino & Resort Map - Las Vegas, NV - Mapyro
BalasHapusFind Casinos 공주 출장마사지 Near Caesars Casino & Resort in 여주 출장안마 Las Vegas, NV and other 보령 출장안마 places to stay 파주 출장안마 closest to it. 울산광역 출장샵